Rabu, 16 November 2011

Metode Penemuan Terbimbing



Pengertian Metode Penemuan Terbimbing
Penemuan terbimbing berasal dari kata penemuan dan terbimbing. Penemuan adalah kegiatan dalam menemukan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, sedangkan terbimbing adalah tindakan untuk mengarahkan dalam menemukan sesuatu. Jadi metode penemuan terbimbing adalah suatu kegiatan untuk menemukan sesuatu yang belum diketahuinya berdasarkan petunjuk dari orang lain. Pada metode ini,  guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator bagi siswa.
Metode Penemuan terbimbing menurut Suryosubroto (1997):  “Suatu metode dimana proses belajar mengajar guru memperkenalkan siswa Menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau Diceramahkan saja”.
Pada metode penemuan terbimbing, siswa dilibatkan menjawab  pertanyaan yang diajukan guru. Siswa melakukan penemuan, sedangkan guru membimbing ke arah yang tepat  dan benar. Pada pelaksanaann metode penemuan terbimbing, guru perlu memiliki keterampilan memberikan bimbingan, yakni mendiagnosis kesulitan-kesulitan dan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi , sehingga diharapkan pada diri siswa berangsur-angsur akan tumbuh sikap positif yaitu kreatif, kritis, inovatif, percaya diri, terbuka dan mandiri. Selain itu, adanya pendekatan discovery akan berperan aktif dalam mencari informasi, mengolah data, memanfaatkan berbagai sumber belajar dan mengembangkan bakat.
Pada sistem belajar ini, guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk akhir, tetapi siswa diwajibkan melakukan aktifitas mental sebelum keterangan yang disajikan itu dapat dipahami.

Prosedur pelaksanaan metode penemuan terbimbing
Pada sistem belajar ini, guru tidak menyajikan semua bahan pelajaran, tetapi anak didik diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri solusi dan masalah yang diberikan. Secara garis besar, prosedur pelaksanaan metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran adalah sebagai berikut (Syaiful. B. D. dkk, 2006):
1.      Stimulus: Guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan atau menyuruh anak didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan.
2.      Problem Statement: Anak didik diberi kesempatan mengidentifikasikan berbagai permasalahan. Permasalahan yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan.
3.      Data collection: Untuk menjawab pertanyaan untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis ini, anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri, dan sebagainya.
4.      Data processin: Semua informasi hasil bacaan, wawancara, observasi dan sebagainya, semuanya diolah, diklasifikasikan, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu.
5.      Verification atau pembuktian: Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah  dirumuskan kemudian dicek.
6.      Generalization: Tahap selanjutnya berdasarkan hasil verifikasi tadi, anak didik belajar menarik kesimpulan dari materi yang diajarkan.

Kelebihan metode penemuan terbimbing
Metode penemuan terbimbing memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Menurut Sudirman, dkk.(1992), kelebihan dari metode ini yaitu:
1.      Siswa aktif dalam proses belajar, sebab ia berpikir tidak sekedar mendengarkan informasi atau mendapat ilmu pengetahuan  yang telah disiapkan.
2.      Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar karena siswa berpikir atas inisiatif sendiri
3.      Menemukan jawaban dari permasalahan yang ada akan menimbulkan rasa puas. Hal inilah yang mendorong siswa ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat
4.      Melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri
5.      Metode penemuan terbimbing dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.
6.      Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan kepada  diri siswa melalui proses penemuan terbimbing.
7.      Metode penemuan terbimbing dapat menghindarkan cara belajar menghafal dan memberikan waktu yang memadai bagi siswa untuk mengumpulkan dan mengolah informasi atau data yang ada.

Kekurangan metode penemuan terbimbing
Metode penemuan terbimbing juga memiliki beberapa kekurangan yaitu:
1.      Metode penemuan terbimbing banyak memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar, tetapi kebebasan ini tidak menjamin bahwa siswa belajar dengan baik dalam arti mengerjakan dengan tekun, penuh kreativitas dan terarah.
2.      Metode penemuan terbimbing dalam pelaksanaannya memerlukan penyediaan berbagai sumber belajar dan fasilitas yang memadai, yang tidak selalu mudah disediakan.
3.      Cara belajar siswa dalam metode penemuan terbimbing menuntut bimbingan guru seperti pada saat siswa melakukan penyelidikan dan sebagainya. Dalam kondisi ini jika jumlah siswa banyak, maka metode penemuan terbimbing akan sulit terlaksana dengan baik.
4.      Tidak semua guru mempunyai semangat dan kemampuan mengajar dengan metode ini.
5.      Tidak semua topik bisa diajarkan dengan menggunakan metode ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar