Rabu, 16 November 2011

Pengertian Hasil Belajar

 Pengertian Hasil Belajar
Belajar ialah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003).
Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Pengetahuan keterampilan, kebiasaan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk serta berkembang karena adanya proses belajar. Oleh karena itu, seseorang dikatakan belajar jika dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan adanya perubahan tingkah laku. Kegiatan dan usaha untuk mencapai tingkah laku itu merupakan proses belajar sedangkan perubahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil belajar. Dengan demikian belajar akan menyangkut proses belajar dan hasil belajar (Haling, 2007).
Belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku. Aktivitas mental itu terjadi karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Proses belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan mental yang tidak dapat dilihat, tetapi hanya mungkin dapat disaksikan dari adanya gejala-gejala perubahan perilaku yang tampak (Sanjaya, 2008).
Secara umum belajar dapat diartikan  sebagai proses perubahan  perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungannya. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek - aspek lainnya yang ada pada individu yang belajar.
Berdasarkan defenisi - defenisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan dan aktifitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa bertambahnya pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indra dan pengalamannya. Oleh sebab itu, apabila peserta didik tidak mengalami perubahan tingkah laku yang positif setelah belajar, dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah, maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.
Hasil belajar adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan tes hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh oleh seseorang dapat dijadikan sebagai indikator tentang kemampuan, kesanggupan, penguasaan seseorang tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap atau nilai yang dimiliki oleh orang itu dalam kegiatan belajar (Haling, 2007).
Hasil belajar seringkali diasumsikan sebagai cermin kualitas suatu sekolah. Dengan hasil belajar yang diperoleh, guru akan mengetahui apakah metode serta media yang digunakan sudah tepat atau belum. Jika sebagian besar siswa memperoleh angka jelek pada penelitian yang diadakan, mungkin hal ini disebabkan oleh pendekatan atau metode dan media yang digunakan kurang tepat. Apabila hal ini terjadi, maka guru harus mawas diri dan mencoba mencari metode dan media lain dalam mengajar. (Arikunto, 2005).
Pada pelaksanaan pembelajaran, pengukuran hasil belajar bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan tingkah laku pebelajar setelah selesai mengikuti suatu kegiatan belajar. Kegiatan pengukuran umumnya guru menggunakan tes sebagai alat ukur. Hasil pengukuran itu berbentuk angka yang dapat memberikan gambaran tentang tingkat penguasaan pebelajar terhadap materi pembelajaran. Angka atau skor sebagai hasil pengukuran mempunyai makna jika dibandingkan dengan patokan sebagai batas yang menyatakan bahwa pebelajar telah menguasai secara tuntas materi pelajaran tersebut (Haling, 2007).
Menurut Bloom, dkk  (Sudjana, 2004). Mengklasifikasikan hasil belajar tiga domain atau ranah yaitu ranah kognitf, psikomotor dan sikap. Ranah kognitif menaruh perhatian pada pengembangan kapabilitas dan keterampilan intelektual, ranah psikomotor berkaitan dengan kegiatan-kegiatan manipulatif atau keterampilan motorik, ranah sikap berkaitan dengan pengembangan perasaan, sikap, nilai dan emosi. Dapat diasumsikan bahwa untuk menghasilkan ketiga ranah hasil belajar tersebut sedikit banyak ditentukan atau dipengaruhi factor internal seperti pengetahuan. Prasyarat atau kemampuan awal dari masing-masing kategori hasil belajar yang telah dimiliki oleh siswa yang berkaitan dengan kapabilitas atau keterampilan yang sedang dipelajari.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah ukuran yang menyatakan taraf kemampuan, berupa penguasaan ilmu, kecakapan yang diperoleh oleh seseorang sebagai hasil dari sesuatu yang dipelajarinya dalam jangka waktu tertentu, dan hasil tersebut dipengaruhi oleh intelegensi dan kemampuan awal siswa. Sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa merupakan ukuran berhasil tidaknya kegiatan belajar mengajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar